FATHIYAH, NADA (2022) PEMANFAATAN LIMBAH KULIT JERUK MANIS (CITRUS SINENSIS L.) SEBAGAI BIOINHIBITOR KOROSI PADA LOGAM BAJA KARBON. Other thesis, Politeknik Negeri Sriwijaya.
|
Text
Cover.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text (BAB I PENDAHULUAN)
Bab I.pdf Download (196kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II TINJAUAN PUSTAKA)
Bab II.pdf Download (811kB) | Preview |
|
![]() |
Text (BAB III METODOLOGI PENELITIAN)
Bab III.pdf Restricted to Repository staff only Download (505kB) | Request a copy |
|
![]() |
Text (BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN)
Bab IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (434kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB V KESIMPULAN DAN SARAN)
Bab V.pdf Download (305kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
Daftar Pustaka.pdf Download (194kB) | Preview |
|
|
Text (LAMPIRAN)
Lampiran.pdf Download (4MB) | Preview |
Abstract
Kulit jeruk manis (Citrus sinensis L.) dapat dijadikan bioinhibitor karena memiliki beberapa kandungan kimia yang dapat dijadikan inhibitor salah satunya adalah fenol. Korosi atau pengkaratan merupakan kerusakan yang terjadi pada logam yang mengakibakan turunnya kualitas dari bahan logam tersebut. Salah satu cara mencegahnya adalah dengan penggunaan inhibitor korosi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh konsentrasi kulit jeruk sebagai bioinhibitor terhadap laju korosi pada logam besi dan efisiensi inhibitor serta menentukan pengaruh perlakuan pada ekstrak kulit jeruk yaitu dievaporasi dan tidak dievaporasi. Dalam penelitian ini digunakan pelat besi dalam media korosif air gambut dengan pemberian inhibitor ekstrak kulit jeruk dengan variasi konsentrsi kulit jeruk 50%, 25%, 16,6%, 12,5% dan 10% dengan variasi perlakuan yaitu ekstrak yang dievaporasi dan tidak dievaporasi. Metode ekstraksi menggunakan proses maserasi dan komposisi ekstrak diuji menggunakan alat uji spektrofotometer UV-Vis. Hasil uji komposisi menunjukkan adanya kandungan fenol yang dapat membentuk lapisan tipis pada permukaan besi. Pada hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ekstrak kulit jeruk yang dievaporasi konsentrasi kulit jeruk yang paling baik adalah 25% dengan laju korosi sebesar 52,1036 mpy dan efisiensi inhibitor sebesar 67,3859%, sedangkan pada ekstrak kulit jeruk yang tidak dievaporasi konsentrasi kulit jeruk yang paling baik adalah 50% dengan laju korosi sebesar 61,7099 mpy dan efisiensi inhibitor sebesar 61,3729%. Setelah dilakukan perbandingan laju korosi dan efisiensi inhibitor pada ekstrak kulit jeruk yang dievaporasi dan tidak dievaporasi, dapat dinyatakan bahwa inhibitor yang paling baik adalah ekstrak kulit jeruk yang dievaporasi dengan konsentrasi kulit jeruk 25%.
Item Type: | Thesis (Other) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | Kulit jeruk manis, bioinhibitor, laju korosi |
Subjects: | T Technology > TP Chemical technology |
Divisions: | Chemical Engineering > Undergraduate Theses |
Depositing User: | Mr M. Tommy Trianda |
Date Deposited: | 03 Apr 2023 01:10 |
Last Modified: | 03 Apr 2023 01:10 |
URI: | http://eprints.polsri.ac.id/id/eprint/13147 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |