Pinem, Arif Jaka Putra (2025) ANALISIS VARIASI SUHU DAN WAKTU PEMEROSESAN TERHADAP SPESIMEN PLASTIK ABS DENGAN INJECTION MOULDING. Diploma thesis, Politeknik Negeri Sriwijaya.
|
Text (COVER)
cover.pdf - Published Version Download (480kB) |
||
|
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf - Published Version Download (186kB) | Preview |
|
|
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (188kB) |
||
|
Text (BAB 2)
BAB 2.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (384kB) |
||
|
Text (BAB 3)
BAB 3.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (580kB) |
||
|
Text (BAB 4)
BAB 4.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (392kB) |
||
|
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (176kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (167kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (596kB) |
Abstract
Plastik ABS (Acrylonitrile Butadiene Styrene) merupakan salah satu material termoplastik yang banyak digunakan dalam industri, terutama untuk komponen otomotif, karena sifat mekaniknya yang unggul, seperti ketahanan terhadap benturan dan stabilitas panas. Proses injection moulding adalah metode yang umum digunakan untuk memproduksi komponen plastik ABS dengan efisiensi tinggi. Namun, kualitas produk sangat dipengaruhi oleh parameter proses seperti suhu dan waktu pemrosesan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi suhu dan waktu pemrosesan terhadap ketangguhan dan kualitas spesimen plastik ABS yang dihasilkan melalui proses injection moulding. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif dengan variasi suhu (300°C, 325°C, dan 350°C) dan waktu pemrosesan (10, 15, dan 20 menit). Spesimen ABS diuji ketangguhannya menggunakan uji impak Charpy sesuai standar ASTM E23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi suhu 325°C dan waktu pemrosesan 20 menit menghasilkan nilai ketangguhan tertinggi, yaitu 0,6671 Joule, yang mengindikasikan kualitas lelehan plastik yang optimal. Sebaliknya, suhu 350°C menyebabkan penurunan ketangguhan akibat degradasi termal, sedangkan suhu 300°C menghasilkan ketangguhan yang lebih rendah karena pelelehan yang tidak sempurna. Analisis statistik menggunakan ANOVA mengkonfirmasi bahwa variasi suhu dan waktu pemrosesan berpengaruh signifikan terhadap kualitas spesimen. Selain itu, konsumsi energi mesin injection moulding relatif efisien, yaitu 0,20 kWh per pengujian. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk menggunakan suhu 325°C dan waktu pemrosesan 20 menit sebagai parameter optimal dalam produksi komponen ABS. Temuan ini dapat menjadi panduan bagi industri untuk meningkatkan kualitas produk dan efisiensi proses produksi.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Plastik ABS, injection moulding, suhu pemrosesan, waktu pemrosesan, ketangguhan |
| Subjects: | T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery |
| Divisions: | Mechanical Engineering > Undergraduate Theses |
| Depositing User: | Pustaka Teknik Mesin |
| Date Deposited: | 28 Nov 2025 06:59 |
| Last Modified: | 28 Nov 2025 06:59 |
| URI: | http://eprints.polsri.ac.id/id/eprint/21433 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
