SHAKIRA, VENA DIAN (2024) PEMANFAATAN LIMBAH KULIT BAWANG MERAH (Allium Ascolinicum L) DALAM PEMBUATAN INDIKATOR ASAM-BASA DENGAN METODE MASERASI. Diploma thesis, Politeknik Negeri Sriwijaya.
|
Text
COVER.pdf Download (399kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I PENDAHULUAN)
BAB I.pdf Restricted to Repository staff only Download (305kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB II TINJAUAN PUSTAKA)
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (649kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB III METODELOGI PENELITIAN)
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (488kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN)
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (443kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB V KESIMPULAN DAN SARAN)
BAB V.pdf Restricted to Repository staff only Download (189kB) | Request a copy |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (411kB) | Request a copy |
Abstract
Kulit bawang merah (Allium Ascolinicum L) mengandung antosianin yang merupakan senyawa pigmen yang memberi warna merah keunguan pada kulit bawang merah. Antosianin memiliki kemampuan untuk bereaksi baik dengan asam maupun basa, sehingga dapat digunakan sebagai indikator asam-basa. Indikator asam-basa alami yang menggunakan kulit bawang merah memiliki potensi sebagai alternatif yang lebih murah, mudah diperoleh, dan ramah lingkungan dibandingkan dengan indikator sintesis yang saat ini tersedia di pasaran. Penelitian ini menggunakan dua variabel, yaitu variasi massa bahan baku yang digunakan yaitu (10 gram dan 20 gram) serta variasi komposisi pelarut (ethanol 96% : HCl 2M). Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mendapatkan massa bahan baku terbaik dan komposisi pelarut yang optimal dalam pembuatan indikator asam-basa dari limbah kulit bawang merah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekstraksi maserasi yang dilakukan selama 3 hari. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa kulit bawang merah dapat digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan indikator asam-basa. Indikator kulit bawang merah yang paling baik ditinjau dari kemampuannya berubah warna pada titik ekivalen didapatkan pada bahan baku 20 gram serta variasi pelarut 25% ethanol : 75% HCl 2M (Sampel 9), dimana kadar antosianin yang didapatkan pada variasi ini yaitu 267,50 ppm, dengan pH indikator 0,64 dan terjadi perubahan warna merah muda menjadi kuning kehijauan dalam rentang trayek pH berkisar 4-9.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Indikator Alami, Kulit Bawang Merah, Titrasi Asam-Basa |
| Subjects: | T Technology > TP Chemical technology |
| Divisions: | Mechanical Engineering > Undergraduate Theses |
| Depositing User: | Mr Bambang Anthony |
| Date Deposited: | 21 Jul 2026 01:48 |
| Last Modified: | 21 Jul 2026 01:48 |
| URI: | http://eprints.polsri.ac.id/id/eprint/21693 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
