PEMANFAATAN LIMBAH KULIT KELAPA MUDA DAN KULIT SINGKONG DALAM PEMBUATAN TISU RAMAH LINGKUNGAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SULFAT (KRAFT)

NABILAH, - (2024) PEMANFAATAN LIMBAH KULIT KELAPA MUDA DAN KULIT SINGKONG DALAM PEMBUATAN TISU RAMAH LINGKUNGAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SULFAT (KRAFT). Diploma thesis, Politeknik Negeri Sriwijaya.

[img] Text
Halaman Depan (Cover).pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB I Pendahuluan.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (120kB) | Request a copy
[img] Text
BAB II Tinjauan Pustaka.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (327kB) | Request a copy
[img] Text
BAB III Metodologi Penelitian.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (162kB) | Request a copy
[img] Text
BAB IV Hasil dan Pembahasan.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (201kB) | Request a copy
[img] Text
BAB V Kesimpulan dan Saran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (9kB) | Request a copy
[img] Text
Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (36kB) | Request a copy

Abstract

Limbah organik merupakan sisa atau buangan dari suatu usaha manusia yang belum dimanfaatkan sehingga belum memiliki nilai ekonomis. Permasalahan dari limbah yang sering ditemui adalah limbah organik seperti limbah kulit kelapa muda yang didapatkan dari penjualan kelapa muda dan limbah kulit singkong yang didapatkan dari pasar tradisional, usaha keripik serta dari pedagang gorengan. Limbah kulit kelapa muda mengandung selulosa sebesar 21,07-34,66% dan hemiselulosa sebesar 10-20%, sedangkan limbah kulit singkong mengandung selulosa sebesar 43,626% dan hemiselulosa sebesar 10,384%. Dengan komposisi ini limbah kulit kelapa muda dan kulit singkong bisa digunakan sebagai bahan baku pembuatan pulp dan produk tisu. Tisu merupakan sejenis kertas yang digunakan untuk berbagai tujuan atau kebutuhan kebersihan, salah satu proses pembuatan tisu adalah proses sulfat (kraft), yaitu proses pemisahan serat dengan menggunakan bahan kimia organik seperti Natrium Hidroksida dan Natrium Sulfida. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan pengaruh jenis dan konsentrasi pelarut serta mendapatkan formulasi terbaik yang sesuai dengan SNI ISO 3344-2017 dan SNI 0698:2010. Jenis pelarut yang digunakan yaitu Natrium Hidroksida dan Natrium Sulfida dengan variasi konsentrasi pelarut yang digunakan adalah 5%, 10%, 15%, 20% dan 25%. Analisis uji yang dilakukan berupa kandungan selulosa (Alpha, Betha dan Gamma), kandungan lignin, ketahanan sobek, kekuatan tarik, daya ledak, kecerahan dan gramatur. Formulasi terbaik yang diperoleh yaitu menggunakan larutan Natrium Hidroksida dengan konsentrasi 25% didapat nilai Gramatur 13 gr/m2, kandungan Alpha Selulosa 69,95%, Betha Selulosa 18,77%, Gamma Selulosa 11,28%, Kandungan lignin 3,49%, Ketahanan Sobek 343,38 mN, Kekuatan Tarik 15,38 N/m, Daya Ledak 3,23 kgf/cm2, dan Kecerahan 83,4% sesuai dengan standar SNI ISO 3344-2017 dan SNI 0698:2010.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Limbah Organik, Limbah Kulit Kelapa Muda, Limbah Kulit Singkong, Tisu, Metode Sulfat (Kraft), Natrium Hidroksida, Natrium Sulfida
Subjects: T Technology > TP Chemical technology
Divisions: Chemical Engineering > Undergraduate Theses
Depositing User: Mr Bambang Anthony
Date Deposited: 22 Jul 2026 01:52
Last Modified: 22 Jul 2026 01:52
URI: http://eprints.polsri.ac.id/id/eprint/21734

Actions (login required)

View Item View Item