ATHIFAH, SARAH (2024) PEMANFAATAN DAUN ECENG GONDOK (EICHORNIA CRASSIPES) SEBAGAI BIO-ADSORBEN DALAM PROSES PURIFIKASI MINYAK GORENG BEKAS. Diploma thesis, Politeknik Negeri Sriwijaya.
|
Text (Cover)
0. HALAMAN DEPAN.pdf Download (2MB) | Preview |
|
|
Text
1. BAB I PENDAHULUAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (209kB) | Request a copy |
||
|
Text
2. BAB II TINJAUAN PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (525kB) | Request a copy |
||
|
Text
3. BAB III METODOLOGI PENELITIAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (265kB) | Request a copy |
||
|
Text
4. BAB IV PEMBAHASAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (305kB) | Request a copy |
||
|
Text
5. BAB V PENUTUP.pdf Restricted to Repository staff only Download (201kB) | Request a copy |
||
|
Text
6. DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (210kB) | Request a copy |
||
|
Text
7. LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Eceng gondok merupakan tumbuhan air tawar yang dikenal sebagai gulma. Tanaman eceng gondok mampu menjadi penyerap polutan yang baik sehingga air yang dihasilkan dari kolam khusus yang ditanami eceng gondok itu tidak mencemari lingkungan. Eceng gondok mampu menyerap nitrogen, fosfat, zat organik, uranium dan mercirium. Jenis minyak goreng yang sering digunakan di Indonesia adalah minyak goreng kelapa sawit. Minyak goreng bekas penggorengan berulang biasanya akan mengalami perubahan fisik berupa warna yang semakin gelap, viskositas meningkat, dan titik asap menurun. Sedangkan, perubahan kimia minyak goreng bekas penggorengan berulang dapat berupa peningkatan kadar asam lemak bebas dengan harga peroksida. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan karakteristik dari bio-adsorben sesuai dengan SNI 06-4262-1996 dan menggunakan bio-adsorben dari eceng gondok sebagai penjernih minyak goreng bekas dengan variasi suhu karbonisasi (350℃ dan 500℃) dengan suhu pengontakan minyak (65℃ ,75℃ ,85℃ ,95℃, dan 105℃). Penelitian ini dilakukan dengan proses furnace bahan baku sesuai variasi (350℃ dan 500℃) dan di aktivasi dengan NaOH dan HCl untuk meningkatkan volume pori, memperbesar diameter pori, dan meningkatkan porositas karbon aktif. Analisis yang digunakan meliputi pH, kadar air, kelolosan, dan daya serap terhadap biru metilena untuk bio-adsorben dan analisis asam lemak bebas, harga peroksida, minyak pelikan, kadar air, dan uji organoleptik untuk minyak goreng bekas. Hasil penelitian pembuatan bio-adsorben dari eceng gondok sudah sesuai SNI dan variasi yang optimal yaitu pada suhu karbonisasi 350℃ dengan suhu pengontakan 85℃ dengan nilai analisa lemak bebas semula sebesar 1,40% menjadi 0,31%, harga peroksida awal sebesar 34,5 mek/gr menjadi 9,3 mek/gr, tidak mengandung minyak pelikan, memiliki kadar air semula sebesar 0,39 menjadi 0,1% dan memiliki warna awal kuning kecoklatan menjadi kuning bening dan awalnya memiliki aroma menyengat menjadi normal, dan awalnya memiliki rasa tengik hingga menjadi tidak berasa. Bio-adsorben ini sudah memenuhi standar SNI dan terbukti dapat menurunkan zat pengotor minyak goreng bekas seperti asam lemak bebas dan bilangan peroksi
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Aktivasi, Bio-Adsorben, Eceng Gondok, Karbonisasi, Minyak Goreng Bekas |
| Subjects: | T Technology > TP Chemical technology |
| Divisions: | Chemical Engineering > Undergraduate Theses |
| Depositing User: | Mr Bambang Anthony |
| Date Deposited: | 22 Jul 2026 01:53 |
| Last Modified: | 22 Jul 2026 01:53 |
| URI: | http://eprints.polsri.ac.id/id/eprint/21748 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
