Rasyid, Muhammad Geraeldy and Rhamadon, Rizky Pajar (2023) PENGARUH PENAMBAHAN CANGKANG KERANG TERHADAP PEMBUATAN ASPAL GEOPORI. Diploma thesis, Politeknik Negeri Sriwijaya.
|
Text
cover.pdf Download (151kB) | Preview |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (40kB) |
||
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf Restricted to Repository staff only Download (17kB) |
||
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (171kB) |
||
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (330kB) |
||
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (252kB) |
||
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf Restricted to Repository staff only Download (11kB) |
||
|
Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (10kB) |
||
|
Text (Lampiran)
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Perencanaan perkerasan jalan, terlebih perkerasan lentur (flexible pavement) secara umum memiliki sifat yang kedap air, sehingga dapat menyebabkan kurangnya lahan sebagai resapan air. Aspal geopori merupakan aspal geopolimer yang memiliki pori/rongga, dimana penggunaan aspal geopori ini bisa menjadi alternatif yang ramah lingkungan karena pembuatan aspal geopori ini memanfaatkan limbah, serta dalam pengaplikasiannya diharapkan dapat membantu peresapan air kedalam tanah dengan baik. Limbah yang digunakan dalam pembuatan aspal geopori pada penelitian ini adalah Cangkang Kerang. Kerang adalah salah satu hewan lunak (Mollusca) kelas Bivalvia atau Pelecypoda. Kerang biasanya simetri bilateral, mempunyai sebuah mantel yang berupa daun telinga atau cuping dan cangkang setangkup. Bahu jalan merupakan salah satu fasilitas jalan yang memiliki peran penting, tetapi permasalahan yang kerap terjadi di bahu jalan adalah adanya gerusan sehingga terbentuknya genangan air yang bisa membuat lapisan perkerasan dibawahnya menjadi rusak akibat genangan air yang terserap kebawah. Penggunaan aspal gropori di bahu jalan bisa menjadi alternatif, karena nantinya genangan air akan terserap melalui aspal geopori lalu melewati saluran drainase yang langsung terserap kedalam tanah tanpa merusak lapisan perkerasan yang ada dibawahnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar variasi campuran antara cangkang kerang sebagai pecampuran agregat kasar sampai mendapatkan variasi campuran yang paling optimal dalam pembuatan aspal geopori. Penelitian ini menggunakan aspal penetrasi 60/70 dengan hasil kadar aspal optimum (KAO) sebesar 4,6%. Hasil uji pada benda uji untuk nilai parameter Marshall yang paling optimal adalah variasi kadar campuran Cangkang Kerang 25% : Agregat Kasar 75% dengan nilai stabilitas sebesar 1181,85 kg, nilai flow 3,92 mm, nilai VIM (Void In the Mix) 19,96%, nilai Marshall Quotient (MQ) 117,44 kg/mm, dan nilai koefisien permeabilitas 0,247 cm/det. Semua nilai parameter Marshall, dimana spesifikasinya yaitu stabilitas >500 kg, flow 2-6 mm, VIM 18-25%, MQ <400 kg/mm.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Aspal Geopori, Cangkang Kerang, Marshall Test, Permeabilitas |
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) |
| Divisions: | Design Roads and Bridges > Undergraduate Theses |
| Depositing User: | Mrs Trisni Handayani |
| Date Deposited: | 07 Jan 2026 09:46 |
| Last Modified: | 07 Jan 2026 09:46 |
| URI: | http://eprints.polsri.ac.id/id/eprint/21841 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
