PERANGKAT CERDAS DETEKSI BANJIR MENGGUNAKAN SENSOR ULTRASONIK DAN SENSOR CURAH HUJAN DENGAN METODE FORECASTING

RAHMAWATI, ARMA (2024) PERANGKAT CERDAS DETEKSI BANJIR MENGGUNAKAN SENSOR ULTRASONIK DAN SENSOR CURAH HUJAN DENGAN METODE FORECASTING. Diploma thesis, Politeknik Negeri Sriwijaya.

[img]
Preview
Text
Cover_Daftar Lampiran.pdf

Download (605kB) | Preview
[img] Text (BAB I PENDAHULUAN)
BAB I.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (184kB) | Request a copy
[img] Text (BAB II TINJAUAN PUSTAKA)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (534kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III METODELOGI PENELITIAN)
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (392kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (570kB) | Request a copy
[img] Text (BAB V KESIMPULAN DAN SARAN)
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (118kB) | Request a copy
[img] Text
Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (129kB) | Request a copy
[img] Text
Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Banjir adalah bencana alam yang paling sering melanda Indonesia Sumatera Selatan adalah salah satu daerah yang mengalami banjir berulang dari tahun 2023 hingga 2024.Pengawasan terhadap ketinggian air di suatu titik sering kali kurang dilakukan, sehingga saat curah hujan tinggi, air sering meluap dan menyebabkan banjir. Debit air yang tidak terkontrol akibat curah hujan yang besar dapat menyebabkan banjir dan berdampak pada masyarakat setempat karena kurangnya informasi. Untuk mengatasi masalah ini, teknologi machine learning dapat digunakan sebagai alat pendeteksi dan peringatan dini banjir. Algoritma SVR (Support Vector Regression) adalah salah satu contohnya. Penelitian ini mengklasifikasikan status banjir menjadi tiga kategori: “Aman, Waspada, dan Bahaya.” Model prediksi status banjir dibangun menggunakan SVR (Support Vector Regression) yang terintegrasi dengan perangkat deteksi banjir yang terdiri dari Arduino Uno, NodeMCU, serta dua sensor, yaitu sensor ultrasonik dan sensor curah hujan. yang dipasang di atas 1 meter dari permukaan tanah. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat ini dapat mendeteksi status banjir berdasarkan ketinggian air. Saat jarak antara permukaan air dan sensor adalah 80-100 cm dan curah hujan 0-20 mm, statusnya adalah aman, jika jarak air 50-80 cm dan curah hujan 21-30 mm, statusnya waspada, sedangkan jika jarak air 0-50 cm dan curah hujan 31-100 mm, statusnya bahaya. Status banjir yang terdeteksi oleh alat ini kemudian akan dikirimkan melalui aplikasi Telegram sebagai notifikasi untuk memudahkan pemantauan banjir secara efektif.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Banjir, Support Vector Regression, Prediksi, Iot
Subjects: T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering
Depositing User: Mr Bambang Anthony
Date Deposited: 13 Aug 2026 01:21
Last Modified: 13 Aug 2026 01:21
URI: http://eprints.polsri.ac.id/id/eprint/22340

Actions (login required)

View Item View Item