Chayrudin, Chayrudin (2026) PENGARUH DOSIS KOMBINASI BIOSTIMULAN TERHADAP PENINGKATAN PRODUKTIVITAS LATEKS TANAMAN KARET (Hevea brasiliensis Muell. Art.) KLON BPM 24 YANG TERSERANG KERING ALUR SADAP. Diploma thesis, Politeknik Negeri Sriwijaya.
|
Text
Cover.pdf Download (483kB) |
||
|
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf Download (195kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I Pendahuluan)
Bab I.pdf Restricted to Repository staff only Download (237kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB II Tinjauan Pustaka)
Bab II.pdf Restricted to Repository staff only Download (224kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB III Metodologi Penelitian)
Bab III.pdf Restricted to Repository staff only Download (309kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB IV Hasil dan Pembahasan)
Bab IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (347kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB V Kesimpulan dan Saran)
Bab V.pdf Download (202kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
Daftar Pustaka.pdf Restricted to Repository staff only Download (240kB) | Request a copy |
||
|
Text (LAMPIRAN)
Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Kering Alur Sadap (KAS) merupakan gangguan fisiologis pada tanaman karet yang menyebabkan penurunan produksi lateks akibat terhambatnya aliran lateks pada bidang sadap. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui aplikasi biostimulan berbasis asam amino. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh dosis kombinasi biostimulan terhadap profil fisiologis tanaman karet klon BPM 24 yang terserang KAS parsial serta menentukan dosis yang paling optimal dalam meningkatkan produktivitas dan kesehatan bidang sadap. Penelitian dilaksanakan di Pusat Penelitian Karet Sembawa, Sumatera Selatan, menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga perlakuan, yaitu kontrol (A0), kombinasi biostimulan formula 1 berbasis asam amino 5 mL/L (F1), dan formula 2 berbasis asam amino 2,5 mL/L (F2). Setiap perlakuan terdiri atas 15 ulangan tanaman. Parameter yang diamati meliputi produksi gram per pohon per penyadapan (GPP), volume penyumbatan lateks, persentase KAS parsial, dan Kadar Karet Kering (KKK). Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Tukey pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula 1 memberikan hasil terbaik pada parameter produksi GPP dan KKK, dengan produksi GPP tertinggi sebesar 47,85 dan KKK tertinggi sebesar 45,6%, serta berbeda nyata dibandingkan perlakuan lainnya. Pada parameter volume penyumbatan lateks dan persentase KAS parsial, perlakuan biostimulan menunjukkan kecenderungan memperbaiki kondisi tanaman, namun tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata. Formula 2 menghasilkan volume penyumbatan terendah sebesar 1,77 mL, sedangkan formula 1 menghasilkan persentase KAS parsial terendah sebesar 10,59%. Penurunan produksi pada pengamatan kelima dan keenam dipengaruhi oleh jeda manajemen penyadapan selama cuti Hari Raya Idul Fitri dan gugur daun akibat musim kemarau. Dengan demikian, kombinasi biostimulan formula 1 (asam amino 5 mL/L) merupakan perlakuan yang paling efektif dalam meningkatkan produktivitas lateks dan memperbaiki kondisi fisiologis tanaman karet klon BPM 24 yang terserang KAS parsial.Kering Alur Sadap (KAS) merupakan gangguan fisiologis pada tanaman karet yang menyebabkan penurunan produksi lateks akibat terhambatnya aliran lateks pada bidang sadap. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui aplikasi biostimulan berbasis asam amino. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh dosis kombinasi biostimulan terhadap profil fisiologis tanaman karet klon BPM 24 yang terserang KAS parsial serta menentukan dosis yang paling optimal dalam meningkatkan produktivitas dan kesehatan bidang sadap. Penelitian dilaksanakan di Pusat Penelitian Karet Sembawa, Sumatera Selatan, menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga perlakuan, yaitu kontrol (A0), kombinasi biostimulan formula 1 berbasis asam amino 5 mL/L (F1), dan formula 2 berbasis asam amino 2,5 mL/L (F2). Setiap perlakuan terdiri atas 15 ulangan tanaman. Parameter yang diamati meliputi produksi gram per pohon per penyadapan (GPP), volume penyumbatan lateks, persentase KAS parsial, dan Kadar Karet Kering (KKK). Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Tukey pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula 1 memberikan hasil terbaik pada parameter produksi GPP dan KKK, dengan produksi GPP tertinggi sebesar 47,85 dan KKK tertinggi sebesar 45,6%, serta berbeda nyata dibandingkan perlakuan lainnya. Pada parameter volume penyumbatan lateks dan persentase KAS parsial, perlakuan biostimulan menunjukkan kecenderungan memperbaiki kondisi tanaman, namun tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata. Formula 2 menghasilkan volume penyumbatan terendah sebesar 1,77 mL, sedangkan formula 1 menghasilkan persentase KAS parsial terendah sebesar 10,59%. Penurunan produksi pada pengamatan kelima dan keenam dipengaruhi oleh jeda manajemen penyadapan selama cuti Hari Raya Idul Fitri dan gugur daun akibat musim kemarau. Dengan demikian, kombinasi biostimulan formula 1 (asam amino 5 mL/L) merupakan perlakuan yang paling efektif dalam meningkatkan produktivitas lateks dan memperbaiki kondisi fisiologis tanaman karet klon BPM 24 yang terserang KAS parsial.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Biostimulan, Kering Alur Sadap (KAS), Klon BPM 24 |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Plantation Plant Production Technology > Undergraduate Theses |
| Depositing User: | Pustaka RTB Pertanian |
| Date Deposited: | 27 Jul 2026 07:36 |
| Last Modified: | 27 Jul 2026 07:36 |
| URI: | http://eprints.polsri.ac.id/id/eprint/23869 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
