Juria, Dwi Okta (2026) EFEKTIVITAS BIOKOAGULAN DARI CAMPURAN BIJI PEPAYA (Carica papaya L.) DAN CANGKANG KERANG DARAH (Anadara granosa) UNTUK PEMURNIAN AIR SUNGAI MUSI. Diploma thesis, Politeknik Negeri Sriwijaya.
|
Text (COVER)
COVER.pdf - Published Version Download (615kB) |
||
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf - Published Version Download (233kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I PENDAHULUAN)
BAB I.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (204kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB II TINJAUAN PUSTAKA)
BAB II.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (489kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB III METODOLOGI PENELITIAN)
BAB III.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (286kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB IV PEMBAHASAN)
BAB IV.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (294kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB V KESIMPULAN DAN SARAN)
BAB V.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (157kB) | Request a copy |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (208kB) | Request a copy |
||
|
Text (LAMPIRAN)
Lampiran.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Biokoagulan merupakan koagulan alami yang berasal dari tumbuhan atau hewan dan semakin dikembangkan sebagai alternatif ramah lingkungan dalam pengolahan air. Kandungan senyawa aktif seperti polisakarida, dan protein dengan gugus fungsi -OH, -COOH, dan -NH₂ berperan dalam proses destabilisasi koloid melalui mekanisme hidrolisis. Biji pepaya telah terbukti efektif sebagai biokoagulan dalam menurunkan parameter pencemar seperti TSS, Kekeruhan, dan TDS pada berbagai jenis limbah. Selain itu, cangkang kerang darah yang kaya Kalsium Karbonat (CaCO₃) juga berpotensi sebagai koagulan untuk mengurangi kandungan Besi (Fe) dalam air. Penelitian dilakukan menggunakan metode koagulasi–flokulasi dengan alat jar test. Biji pepaya dan cangkang kerang darah terlebih dahulu dicuci, dikeringkan, dihaluskan, dan diayak hingga menjadi serbuk yang kemudian digunakan sebagai biokoagulan. Dosis biokoagulan yang digunakan adalah 0,1; 0,2; 0,3; dan 0,4 gr/L dengan rasio perbandingan 80:20, 60:40, 50:50, 40:60, 20:80 antara biji pepaya dan cangkang kerang darah. Biokoagulan akan diaplikasikan pada air sungai musi yang akan diolah menjadi air bersih, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan campuran biji pepaya dan cangkang kerang darah sebagai biokoagulan dalam pengolahan air Sungai Musi serta dapat sesuai dengan standar baku mutu permenkes No.2 Tahun 2023, dengan fokus pada penentuan dosis optimum dan efektivitasnya dalam menurunkan parameter pencemar. Pada hasil penelitian didapat rasio optimum yaitu 50:50 pada dosis 0,3 gr/L dengan nilai Turbidity 2,97 NTU, TSS sebesar 7 mg/L, dan kadar Fe 0,04 mg/L, pada parameter lain menunjukkan kenaikan nilai tetapi tidak terlalu signifikan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | biokoagulan, biji pepaya, cangkang kerang darah, koagulasi–flokulasi, kualitas air, air baku |
| Subjects: | T Technology > TP Chemical technology |
| Divisions: | Chemical Engineering > Undergraduate Theses |
| Depositing User: | Pustaka Teknik Kimia |
| Date Deposited: | 04 Aug 2026 03:58 |
| Last Modified: | 04 Aug 2026 03:58 |
| URI: | http://eprints.polsri.ac.id/id/eprint/24485 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
