Rahardja, Merdian septa (2026) RANCANG BANGUN MESIN MIXER MINYAK JELANTAH MENJADI SABUN CAIR DENGAN KAPASITAS 10 LITER (PROSES PENGUJIAN). Diploma thesis, Politeknik Negeri Sriwijaya.
|
Text (COVER)
COVER.pdf - Published Version Download (741kB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf - Published Version Download (254kB) |
|
|
Text (BAB I PENDAHULUAN)
BAB I.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (207kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB II TINJAUAN PUSTAKA)
BAB II.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (578kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB III PERANCANGAN)
BAB III.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (551kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN)
BAB IV.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (451kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB V PENUTUP)
BAB V.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (193kB) | Request a copy |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (165kB) | Request a copy |
|
|
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Minyak jelantah adalah limbah rumah tangga yang bisa mencemari lingkungan kalau tidak dikelola dengan benar. Salah satu cara mengatasinya adalah dengan mengolah minyak jelantah menjadi sabun cair melalui proses saponifikasi. Namun, pencampuran secara manual biasanya memakan waktu lama dan hasilnya sering kurang homogen karena sangat bergantung pada tenaga dan ketelitian orang yang mengaduk. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menguji kinerja mesin mixer minyak jelantah menjadi sabun cair berkapasitas 10 liter yang sebelumnya sudah dirancang dan dibuat, sekaligus membandingkan hasilnya dengan proses pencampuran manual. Pengujian dilakukan menggunakan bahan sebanyak 4 liter minyak jelantah, 972 gram KOH, dan 1.443,6 gram aquades. Proses pencampuran dibagi menjadi dua tahap, yaitu tahap saponifikasi dan tahap pengenceran, dengan bantuan speed controller WIPRO SP-8A untuk mengatur kecepatan putaran motor. Pada tahap saponifikasi, kecepatan diatur secara bertahap, mulai dari posisi LOW pada 10 menit pertama, MEDIUM pada 10 menit berikutnya, dan HIGH pada fase akhir hingga pasta sabun terbentuk. Pasta yang terbentuk kemudian didiamkan semalaman agar mengeras sebelum masuk ke tahap pengenceran, yaitu pencampuran pasta dengan air pada perbandingan 3:1 disertai penambahan pewangi secukupnya hingga menjadi sabun cair yang homogen. Hasil pengujian menunjukkan tahap saponifikasi rata-rata selesai dalam waktu 26,67 menit dan menghasilkan pasta sabun yang homogen, sedangkan tahap pengenceran rata-rata membutuhkan waktu 30,33 menit hingga terbentuk sabun cair siap pakai. Jika dibandingkan dengan proses manual yang rata-rata memerlukan waktu 60 menit dengan hasil yang kurang konsisten dan kurang homogen, mesin mixerterbukti 55,6% lebih cepat serta menghasilkan campuran yang lebih merata dan konsisten. Dengan konstruksi yang sederhana, mudah dioperasikan, dan menggunakan material stainless steel yang tahan korosi, mesin ini layak digunakan sebagai alat bantu produksi sabun cair, baik untuk skala rumah tangga maupun industri kecil menengah.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | minyak jelantah, sabun cair, mesin mixer, saponifikasi, speed controll |
| Subjects: | T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery |
| Divisions: | Mechanical Engineering > Undergraduate Theses |
| Depositing User: | Pustaka Teknik Mesin |
| Date Deposited: | 10 Aug 2026 06:02 |
| Last Modified: | 10 Aug 2026 06:02 |
| URI: | http://eprints.polsri.ac.id/id/eprint/24799 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
