Aisyah, Aisyah (2026) PENGARUH FRAUD HEXAGON TERHADAP KECURANGAN PENGADAAN BARANG DAN JASA DI KABUPATEN BANYUASIN. Diploma thesis, Politeknik Negeri Sriwijaya.
|
Text (COVER)
COVER.pdf - Published Version Download (536kB) |
||
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf - Published Version Download (189kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I PENDAHULUAN)
BAB I.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (451kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB II TINJAUAN PUSTAKA)
BAB II.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (589kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB III METODE PENELITIAN)
BAB III.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (452kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB IV PEMBAHASAN)
BAB IV.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (784kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB V KESIMPULAN DAN SARAN)
BAB V.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (190kB) | Request a copy |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (419kB) | Request a copy |
||
|
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Kecurangan dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah tetap menjadi tantangan berkelanjutan yang mengikis akuntabilitas publik, melemahkan tata kelola kelembagaan, dan menyebabkan kerugian finansial yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh enam dimensi Teori Fraud Hexagon yaitu tekanan, peluang, rasionalisasi, kapabilitas, arogansi, dan kolusi terhadap kecurangan pengadaan barang/jasa pemerintah di Kabupaten Banyuasin, Indonesia. Pendekatan penelitian kuantitatif digunakan dengan memanfaatkan data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang diberikan kepada pejabat pemerintah yang terlibat langsung dalam kegiatan pengadaan. Sampel akhir terdiri dari 126 responden yang dipilih melalui metode purposive sampling, yang mencakup Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Pengadaan, Kelompok Kerja (Pokja), dan Pegawai di Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ). Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peluang memiliki pengaruh positif dan signifikan secara statistik terhadap kecurangan pengadaan, yang mengindikasikan bahwa kelemahan dalam pengendalian internal dan pengawasan memberikan peluang terbesar bagi terjadinya praktik kecurangan. Sebaliknya, arogansi menunjukkan hubungan negatif yang signifikan dengan kecurangan pengadaan, yang menyiratkan bahwa pejabat dengan visibilitas organisasi yang lebih tinggi mungkin menghadapi pengawasan dan tuntutan akuntabilitas yang lebih ketat. Sementara itu, tekanan, rasionalisasi, kapabilitas, dan kolusi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kecurangan pengadaan. Model struktural ini menjelaskan 76,7% varians dalam kecurangan pengadaan, yang menunjukkan daya penjelas yang substansial. Temuan ini memperluas penerapan empiris Teori Fraud Hexagon di sektor publik serta menyoroti pentingnya memperkuat sistem pengendalian internal, meningkatkan transparansi, dan memperkokoh mekanisme pengawasan guna mengurangi kecurangan pengadaan di instansi pemerintah daerah.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Arogansi; Fraud Hexagon; Peluang; Kecurangan Pengadaan; Sektor Publik |
| Subjects: | H Social Sciences > HB Economic Theory H Social Sciences > HG Finance |
| Divisions: | Accounting > Undergraduate Theses |
| Depositing User: | Pustaka Akuntansi |
| Date Deposited: | 24 Sep 2026 02:33 |
| Last Modified: | 24 Sep 2026 02:33 |
| URI: | http://eprints.polsri.ac.id/id/eprint/25492 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
