Widia, - (2025) KARBON AKTIF CANGKANG KELAPA SAWIT (PALM KARNEL SHELL) SEBAGAI CAMPURAN ELEKTROLIT DALAM SEL ELEKTROKIMIA UNTUK SUMBER ENERGI LISTRIK. Diploma thesis, Politeknik Negeri Sriwijaya.
![]() |
Text (Cover)
Cover.pdf - Published Version Download (531kB) |
|
|
Text (Abstrak)
Abtrak.pdf - Published Version Download (119kB) | Preview |
|
![]() |
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (298kB) |
|
![]() |
Text (BAB II)
BAB II.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (502kB) |
|
![]() |
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (460kB) |
|
![]() |
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (552kB) |
|
![]() |
Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (287kB) |
|
![]() |
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (318kB) |
|
![]() |
Text (Lampiran)
Lampiran.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Di Indonesia, kelapa sawit merupakan salah satu komoditas utama yang menghasilkan limbah biomassa melimpah, salah satunya adalah cangkang kelapa sawit. Limbah ini memiliki potensi besar sebagai bahan baku karbon aktif setelah melalui proses karbonisasi dan aktivasi. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan karbon aktif dari cangkang kelapa sawit sebagai bahan campuran dalam sistem sel elektrokimia yang dirancang menyerupai baterai kering. Sel elektrokimia dibuat dengan pasangan elektroda Cu–Al dan Cu–Zn, serta larutan elektrolit H₂SO₄. Karbon aktif ditambahkan ke dalam sistem untuk meningkatkan performa penghantaran arus listrik. Sel baterai yang dirancang bekerja dengan prinsip reaksi redoks. Pada anoda (Al atau Zn), terjadi reaksi oksidasi yang melepaskan elektron, sedangkan pada katoda (Cu), terjadi reaksi reduksi yang menerima elektron. Aliran elektron dari anoda ke katoda inilah yang menghasilkan arus listrik. Ion-ion dalam larutan elektrolit H₂SO₄ memfasilitasi pergerakan muatan di dalam sel, sehingga sirkuit listrik dapat terjaga. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa semakin besar massa karbon aktif yang digunakan (10–30 gram) dan semakin kecil ukuran partikelnya (170 mesh dibanding 60 mesh), maka semakin besar potensial listrik, kuat arus, dan daya listrik yang dihasilkan. Variasi pasangan elektroda juga mempengaruhi hasil: pasangan Cu–Al mampu menghasilkan performa lebih baik dari pada ukuran partike 170 mesh potensial listrik yang dihasilkan 3,71 V, arus 0,85 A, waktu nyala 2330 detik, dan ukurapan partikel 60 mesh potensial yang dihasilkan sebesar 3,30 V, arus 0,36 A, dan waktu lama nyala 1339 detik . dibandingkan Cu–Zn pada ukuran partikel 170 mesh potensial maksimal 3,05 V arus 0,45 A, dan waktu nyala 802 detik. Dan ukuran partikel 60 mesh potensial yang dihasilkan sebesar 2,92 V, arus 0,24 A dan waktu nyala 418 detik.. Peran karbon aktif dalam sistem ini tidak hanya sebagai bahan pasif, tetapi sebagai media yang memperbesar luas permukaan reaksi elektrokimia, mempercepat pergerakan ion di sekitar elektroda, serta meningkatkan efisiensi transfer muatan.
Item Type: | Thesis (Diploma) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Karbon Aktif, Elektrolit, Sel Elektrokimia |
Subjects: | T Technology > TP Chemical technology |
Divisions: | Energy Engineering > Undergraduate Theses |
Depositing User: | Pustaka Teknik Kimia |
Date Deposited: | 14 Aug 2025 04:37 |
Last Modified: | 14 Aug 2025 04:37 |
URI: | http://eprints.polsri.ac.id/id/eprint/17873 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |