Fadyllah, Nurul (2025) Impelementasi Smart Branding Dalam Pengelolaan Wisata Budaya Kota Palembang : Studi Kasus Museum Sultan Mahmud Badaruddin II. Diploma thesis, Politeknik Negeri Sriwijaya.
![]() |
Text (Cover)
Cover.pdf - Published Version Download (1MB) |
![]() |
Text (Abstrak)
Abstrak.pdf - Published Version Download (271kB) |
![]() |
Text (Bab I)
BAB I Pendahuluan.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (765kB) |
![]() |
Text (Bab II)
BAB II Landasan Teori.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (607kB) |
![]() |
Text (Bab III)
BAB III Metodelogi Penelitian.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (486kB) |
![]() |
Text (Bab IV)
BAB IV Hasil dan Pembahasan.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
![]() |
Text (Bab V)
BAB V Simpulan dan Saran.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (155kB) |
![]() |
Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (267kB) |
![]() |
Text (Lampiran)
Lampiran.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi smart branding dalam pengelolaan wisata budaya di Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Kota Palembang. Smart branding merupakan pendekatan strategis yang menggabungkan identitas budaya dengan teknologi digital untuk membangun citra destinasi yang kuat, inovatif, dan berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan penyebaran kuisioner. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa museum memiliki kekuatan dalam hal koleksi budaya, lokasi strategis, serta dukungan pemerintah, namun juga menghadapi kelemahan seperti keterbatasan digitalisasi dan promosi berbasis teknologi. Perhitungan matriks IFAS menghasilkan total skor sebesar 3,37, dengan skor kekuatan 1,76 dan kelemahan 1,61. Sedangkan matriks EFAS memperoleh total skor 3,27, terdiri dari skor peluang sebesar 1,79 dan ancaman sebesar 1,48. Selisih skor tersebut menunjukkan nilai IFAS sebesar 0,16 dan EFAS sebesar 0,32, yang menempatkan museum pada Kuadran I dalam Grand Strategy Matrix, yaitu strategi agresif. Strategi ini merekomendasikan pemanfaatan kekuatan internal dan peluang eksternal secara maksimal, melalui penguatan branding digital, kolaborasi komunitas, dan inovasi layanan berbasis teknologi. Dengan strategi ini, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II memiliki potensi besar untuk menjadi ikon wisata budaya berbasis smart branding di Kota Palembang.
Item Type: | Thesis (Diploma) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Smart Branding, Wisata Budaya, Museum, SWOT, IFAS, EFAS, Kota Palembang |
Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) H Social Sciences > HB Economic Theory H Social Sciences > HG Finance |
Divisions: | Business Administration > Undergraduate Theses |
Depositing User: | Pustaka Adm Bisnis |
Date Deposited: | 28 Aug 2025 02:07 |
Last Modified: | 28 Aug 2025 02:07 |
URI: | http://eprints.polsri.ac.id/id/eprint/18954 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |