Ibtisamah, Nabila (2024) PENGARUH AKAR WANGI (Vetiveria Zizanioides) SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN DEODORANT SPRAY. Other thesis, Politeknik Negeri Sriwijaya.
|
Text
1.COVER.pdf Download (989kB) |
||
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (191kB) | Preview |
|
|
Text
2.BAB I PENDAHULUAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (66kB) | Request a copy |
||
|
Text
3.BAB II TINJAUAN PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (525kB) | Request a copy |
||
|
Text
4.BAB III METODOLOGI PENELITIAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (279kB) | Request a copy |
||
|
Text
5.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (389kB) | Request a copy |
||
|
Text
6.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (58kB) | Request a copy |
||
|
Text
7.DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (193kB) | Request a copy |
||
|
Text
8.LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Bakteri Staphylococcus Aureus dan Staphylococcus Epidermidis menjadi salah satu alasan penyebab bau badan karena kurangnya menjaga kebersihan pada tubuh membuat bakteri bereaksi dengan kelenjar keringat yang keluar sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Permasalahan ini dapat diatasi dengan berbagai cara terutama dengan penggunaan deodorant yang praktis dalam bentuk lebih higienis seperti sediaan deodorant spray. Tantangan dalam pembuatan deodorant spray ini muncul dengan menggunakan bahan alami berupa akar wangi (Vetiveria Zizanioides) yang memiliki kandungan seperti senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, tannin, dan termasuk agen anti bakteri alami. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji karakteristik ekstrak akar wangi sebagai antibakteri dan mendapatkan formulasi pembuatan deodorant spray memenuhi standar SNI 16-4951-1998. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah disperse dan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan variasi penambahkan ekstrak akar wangi yang diikuti dengan penurunan jumlah tawas yang digunakan. Hasil dari keenam sampel didapatkan formulasi terbaik pada F4 dengan penggunaan akar wangi sebanyak 25 ml dan tawas 10 ml dimana nilai pH mencapai 4,14 termasuk standar ideal deodorant spray. Secara fisik karakteristik deodorant spray yang dihasilkan homogen dan tidak menimbulkan iritasi saat digunakan sehingga tekstur tersebut lembut pada kulit serta memiliki aroma khas akar wangi. Selain itu deodorant spray juga tidak meninggalkan noda pada pakaian dengan pemakaian 2 kali semprot. Ditinjau dari aktivitas antibakteri bahwa deodorant spray akar wangi lebih efektif mengurangi bakteri Staphylococcus Aureus yang disebabkan oleh flek warna kulit ketiak dengan kategori kuat mencapai 11,44 dibandingkan dengan bakteri Staphylococcus Epidermidis sebagai penghambat keringat berlebih pada kategori lemah mencapai 1,15 – 9,57 mm.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Antibakteri, Deodorant Spray, akar wangi, bakteri Staphylococcus Aureus, bakteri Staphylococcus Epidermidis, SNI 16-4951-1998. |
| Subjects: | T Technology > TP Chemical technology |
| Divisions: | Chemical Engineering > Undergraduate Theses |
| Depositing User: | Mr Bambang Anthony |
| Date Deposited: | 18 Jul 2026 02:21 |
| Last Modified: | 18 Jul 2026 02:21 |
| URI: | http://eprints.polsri.ac.id/id/eprint/21702 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
