Wahyuni, Ayu Tri (2024) PEMANFAATAN KULIT BUAH DURIAN (Durio Zibethinus Murr) DALAM PEMBUATAN CARBOXY METHYL CELLULOSE (CMC). Diploma thesis, Politeknik Negeri Sriwijaya.
|
Text
COVER LAPORAN AKHIR.pdf Download (271kB) | Preview |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (16kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I PENDAHULUAN)
BAB I LAPORAN AKHIR.pdf Restricted to Repository staff only Download (192kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB II TINJAUAN PUSTAKA)
BAB II LAPORAN AKHIR.pdf Restricted to Repository staff only Download (650kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB III METODELOGI PENELITIAN)
BAB III LAPORAN AKHIR.pdf Restricted to Repository staff only Download (252kB) | Request a copy |
||
|
Text
BAB IV LAPORAN AKHIR.pdf Restricted to Repository staff only Download (549kB) | Request a copy |
||
|
Text
BAB V LAPORAN AKHIR.pdf Restricted to Repository staff only Download (119kB) | Request a copy |
||
|
Text
DAFTAR PUSTAKA LAPORAN AKHIR.pdf Restricted to Repository staff only Download (191kB) | Request a copy |
||
|
Text
LAMPIRAN A .pdf Restricted to Repository staff only Download (134kB) | Request a copy |
Abstract
Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki beragam tanaman. Produksi buah durian terus meningkat setiap tahun. Kulit buah durian secara proporsional mengandung unsur selulosa yang tinggi (50-60%) dan kandungan lignin (5%) serta kandungan pati yang rendah (5%). Selulosa yang tinggi membuat kulit buah durian menjadi alternatif dalam pembuatan Carboxy Methyl Cellulose (CMC). Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan waktu perendaman yang optimum dan perbandingan pelarut yang optimum serta pengaruh waktu perendaman dan perbandingan pelarut terhadap kualitas CMC. Penelitian ini terdiri dari tiga tahap yaitu tahap pertama ekstraksi selulosa dengan perendaman menggunakan NaOH (24 jam, 36 jam). Tahap kedua yaitu sintesis CMC yang terdiri dari tahap pencampuran pelarut isopropanol:etanol (0:1, 0,25:0,75, 1;1, 0,75:0,25, 1:0), tahap alkalisasi menggunakan NaOH 30%, tahap karboksimetilasi menggunakan ClCH2COONa. Tahap ketiga yaitu, analisis produk CMC yang terdiri dari analisis pH, viskositas, derajat substitusi, kadar NaCl, kemurnian CMC dan uji FTIR. Waktu perendaman yang optimum untuk membuat CMC adalah 36 jam dan perbandingan pelarut yang optimum (1:0) dengan nilai pH 7, viskositas 54,77 Cp, derajat substitusi 0,82, kadar NaCl 2,39 % dan kemurnian 97,60%. Parameter tersebut telah memenuhi standar SNI pembuatan CMC. Hasil analisis FTIR menunjukkan bahwa sampel (36 jam, 1:0) mengandung gugus karboksil yang membuktikan bahwa sampel tersebut merupakan CMC. Semakin lama waktu perendaman semakin sedikit kadar NaCl yang terbentuk sehingga kualitas CMC yang dihasilkan semakin baik. Semakin banyak pelarut yang mengandung isopropanol maka, nilai pH semakin rendah, nilai viskositas akan meningkat, derajat substitusi akan meningkat, kadar NaCl akan menurun, maka kemurnian CMC meningkat, sehingga kualitas CMC semakin baik.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Carboxy Methyl Cellulose (CMC), Selulosa, Kulit Buah Durian |
| Subjects: | T Technology > TP Chemical technology |
| Divisions: | Chemical Engineering > Undergraduate Theses |
| Depositing User: | Mr Bambang Anthony |
| Date Deposited: | 18 Jul 2026 01:43 |
| Last Modified: | 18 Jul 2026 01:43 |
| URI: | http://eprints.polsri.ac.id/id/eprint/21783 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
