MAHARANI, ANNISA (2024) PEMANFAATAN EKSTRAK KULIT MELINJO MERAH (Gnetum gnemon L.) DALAM PEMBUATAN CAP BATIK DITINJAU DARI VARIABEL JENIS DAN KONSENTRASI MORDAN. Diploma thesis, Politeknik Negeri Sriwijaya.
|
Text
FILE HALAMAN DEPAN (COVER).pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
BAB I PENDAHULUAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (193kB) | Request a copy |
||
|
Text
BAB II TINJAUAN PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (456kB) | Request a copy |
||
|
Text
BAB III METODOLOGI PENELITIAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (460kB) | Request a copy |
||
|
Text
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (795kB) | Request a copy |
||
|
Text
BAB V SIMPULAN DAN SARAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (185kB) | Request a copy |
||
|
Text
DAFTAR PUSTAKA (2).pdf Restricted to Repository staff only Download (402kB) | Request a copy |
||
|
Text
LAMPIRAN (1).pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Penggunaan pewarna sintetis memiliki dampak negatif yang signifikan. Pewarna sintetis dapat menyebabkan alergi, iritasi kulit, dan paparan bahan kimia berbahaya karena dampak tersebut pewarna alami dapat menjadi alternatif untuk mengurangi penggunaan zat warna sintetis. Ekstrak kulit melinjo merah (Gnetum gnemon L.) mengandung pigmen antosianin bewarna merah yang dapat digunakan sebagai bahan dasar pewarna alami. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh variasi jenis dan konsentrasi mordan terhadap kualitas warna cap batik pada kain menggunakan ekstrak kulit melinjo merah serta menentukan jenis dan konsentrasi mordan yang paling baik terhadap kualitas warna cap batik sesuai SNI. Parameter yang diamati, yaitu rendemen, pH, uji antosianin dan kadar antosianin, uji Spektrofotometri UV-Vis, dan uji ketahanan luntur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi pada mordan tunjung maka warna yang dihasilkan semakin pekat karena mordan tunjung membantu mengikat antosianin pada serat kain. Kadar antosianin tertinggi pada mordan tunjung yaitu sebesar 22,69 mg/L dengan konsentrasi 25%. Sedangkan pada mordan belimbing wuluh hasil nilai kadar antosianin yang terbaik didapatkan pada konsentrasi 25% dengan hasil 11,72 mg/L. Hal tersebut berarti variasi konsentrasi mordan belimbing wuluh berpengaruh pada nilai kadar antosianin ekstrak kulit melinjo merah. Berdasarkan hasil uji ketahanan luntur jenis mordan tunjung dengan konsentrasi 5% dan 10% menghasilkan kualitas warna cap batik yang memenuhi SNI.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Cap batik, kulit melinjo merah, konsentrasi mordan, kain katun. |
| Subjects: | T Technology > TP Chemical technology |
| Divisions: | Chemical Engineering > Undergraduate Theses |
| Depositing User: | Mr Bambang Anthony |
| Date Deposited: | 13 Aug 2026 00:46 |
| Last Modified: | 13 Aug 2026 00:46 |
| URI: | http://eprints.polsri.ac.id/id/eprint/21798 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
