PEMANFAATAN BIJI ASAM JAWA (Tamarindus indica) DAN BIJI ALPUKAT (Persea americana) SEBAGAI BIOKOAGULAN UNTUK PENGOLAHAN AIR SUNGAI LALAN MUSI BANYUASIN

AZZARA, VIASA (2024) PEMANFAATAN BIJI ASAM JAWA (Tamarindus indica) DAN BIJI ALPUKAT (Persea americana) SEBAGAI BIOKOAGULAN UNTUK PENGOLAHAN AIR SUNGAI LALAN MUSI BANYUASIN. Diploma thesis, Politeknik Negeri Sriwijaya.

[img] Text
A. HALAMAN DEPAN COVER.pdf

Download (616kB)
[img] Text
BAB I PENDAHULUAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (197kB) | Request a copy
[img] Text
BAB II TINJAUAN PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (717kB) | Request a copy
[img] Text
BAB III METODOLOGI PENELITIAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (551kB) | Request a copy
[img] Text
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (576kB) | Request a copy
[img] Text
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN .pdf
Restricted to Repository staff only

Download (183kB) | Request a copy
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (426kB) | Request a copy

Abstract

Sungai Lalan Musi Banyuasin merupakan sumber air penting bagi masyarakat sekitar. Namun, kualitas air sungai ini menurun akibat pencemaran. Salah satu metode pengolahan air sungai yang ramah lingkungan adalah dengan menggunakan biokoagulan. Biji asam jawa dan biji alpukat mengandung tanin yang dapat mengikat partikel koloid dalam air. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan teknologi pengolahan air yang ramah lingkungan, dengan fokus pada pemanfaatan bahan alami sebagai alternatif untuk meningkatkan kualitas air sungai secara efektif dan berkelanjutan dan memanfaatkan sumber daya alam lokal yang berlimpah secara ekonomis. Secara keseluruhan semua variasi dosis biokoagulan masuk kedalam baku mutu. Untuk dosis optimum biokoagulan biji asam jawa dan biji alpukat untuk kadar pH semua variasi dosis koagulan dapat digunakan. Sedangkan dosis optimum untuk kadar kekeruhan yaitu 1 ppm, dosis optimum untuk kadar TSS dan TDS yaitu pada dosis koagulan 2 ppm. Serta dosis optimum untuk kadar DO yaitu 5 ppm. Efektivitas penurunan kekeruhan, TSS dan TDS sebesar 89,8% , 48,5% dan 76%. Berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No 22 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua jenis biji tersebut efektif dalam meningkatkan kualitas air seperti pH, Kekeruhan, TSS, TDS, dan DO dalam air sungai.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: biji asam jawa, biji alpukat, biokoagulan, air sungai
Subjects: T Technology > TP Chemical technology
Divisions: Chemical Engineering > Undergraduate Theses
Depositing User: Mr Bambang Anthony
Date Deposited: 13 Aug 2026 00:47
Last Modified: 13 Aug 2026 00:47
URI: http://eprints.polsri.ac.id/id/eprint/21808

Actions (login required)

View Item View Item