RANCANG BANGUN SISTEM PEMANTAUAN KLIMATIK PADA PERKEBUNAN BERBASIS INTERNET OF THINGS (IoT)

WANGI, PUTRI SEKAR (2024) RANCANG BANGUN SISTEM PEMANTAUAN KLIMATIK PADA PERKEBUNAN BERBASIS INTERNET OF THINGS (IoT). Diploma thesis, Politeknik Negeri Sriwijaya.

[img]
Preview
Text
Cover Laporan Akhir.pdf

Download (528kB) | Preview
[img] Text (BAB I PENDAHULUAN)
BAB I-1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (195kB) | Request a copy
[img] Text (BAB II TINJAUAN PUSTAKA)
BAB II-1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (809kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III RANCANG BANGUN ALAT)
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (642kB) | Request a copy
[img] Text (BAB V PENUTUP)
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (137kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (124kB) | Request a copy
[img] Text
Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Keadaan iklim (cuaca) pada periode tertentu sangat menentukan pola tanam tumbuhan, teknologi usahatani, pertumbuhan, produksi tanaman, serangan hama/penyakit dan lain-lain. Efektivitas dan efisiensi pestisida untuk pengendalian hama dan penyakit pada tanaman sawi juga sangat ditentukan oleh curah hujan, suhu udara dan kelembaban. Kebutuhan informasi akan keadaan cuaca di suatu lingkungan sempit sangat diperlukan oleh petani yang akan merencanakan kegiatan ke depannya, dengan mengetahui informasi keadaan cuaca petani dapat mempersiapkan hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. Alat ini akan dirancang menggunakan sensor DHT11, sensor soil moisture, dan sensor hujan FC-37 yang berfungsi sebagai pendeteksi suhu, kelembaban udara, kelembaban tanah dan mendeteksi hujan. Alat ini menggunakan Mikrokontroler ESP 32 yang memiliki fungsi sebagai pusat pemrosessing pada sistem yang menerima input dari sensor yang digunakan. Setelah Mikrokontroler ESP 32 menerima data dari sensor-sensor kemudian mikrokontroler dihubungkan ke software Arduino IDE. Alat ini juga dirancang untuk mempermudah petani untuk melakukan penyiraman pada tanaman melalui penggunaan teknologi Internet Of Things (IOT). Parameter yang digunakan untuk memenuhi standar kualitas tanaman jagung diantaranya Kelembaban Tanah 50-70% , suhu 20-33 ◦C, kelembaban Udara 80-90%, intensitas Hujan 1000-1200 Mm/tahun, Parameter yang digunakan untuk memenuhi standar kualitas tanaman sawi diantaranya Kelembaban Tanah 60-90% , suhu 15,6-32 ◦C, kelembaban Udara 80-90%, intensitas Hujan 1000-1500 Mm/tahun,dan Parameter yang digunakan untuk memenuhi standar kualitas tanaman cabai diantaranya Kelembaban Tanah 60-80% , suhu 18-30 ◦C, kelembaban Udara 80-90%, intensitas Hujan 1000-1200 Mm/tahun. Berdasarkan pengujian yang dilakukan selama beberapa hari didapatkan 3 hari hujan yang memiliki rentang kelembaban tanah 60-90% dan 4 hari lainnya tidak hujan memiliki rentang kelembaban tanah 40-60% yang memerlukan penyiraman melalui keran.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Cuaca, kelembaban tanah, suhu, kelembaban udara, hujan, IoT.
Subjects: T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering
Divisions: Telecommunication Engineering > Undergraduate Theses
Depositing User: Mr Bambang Anthony
Date Deposited: 13 Aug 2026 01:10
Last Modified: 13 Aug 2026 01:10
URI: http://eprints.polsri.ac.id/id/eprint/22164

Actions (login required)

View Item View Item