Syihabuddin, Muhammad Iqbal Dwi (2026) ANALISIS KERUSAKAN PADA MESIN GERINDA DUDUK DI BENGKEL PRODUKSI POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA. Diploma thesis, Politeknik Negeri Sriwijaya.
|
Text (Cover)
Cover.pdf - Published Version Download (3MB) | Preview |
|
|
Text (Abstrak)
Abstrak.pdf - Published Version Download (127kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
BAB I Pendahuluan.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (142kB) |
||
|
Text (BAB II)
BAB II Tinjauan Pustaka.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (273kB) |
||
|
Text (BAB III)
BAB III Metodologi Penelitian.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
||
|
Text (BAB IV)
BAB IV Hasil dan Pembahasan.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
||
|
Text (BAB V)
BAB V Simpulan dan Saran.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (126kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (168kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
Lampiran.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (25MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis dan tingkat kerusakan pada mesin gerinda duduk yang digunakan di Bengkel Produksi Politeknik Negeri Sriwijaya. Mesin ini merupakan salah satu alat penting dalam kegiatan praktik mahasiswa di bidang teknik pemesinan. Penurunan performa mesin disebabkan oleh usia pemakaian yang lama, penggunaan intensif, serta kurangnya pemeliharaan rutin. Inspeksi awal menunjukkan adanya beberapa kerusakan serius pada komponen utama, seperti penyangga benda kerja (tool rest) yang rusak dan miring, kaca pelindung (eye shield) yang hilang, baut pelindung batu gerinda yang longgar atau hilang, serta saklar On/Off yang macet. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimental, dengan pengujian terhadap tiga parameter utama yaitu kelurusan poros (runout), suhu operasional, dan getaran. Pengukuran dilakukan menggunakan dial indicator, thermometer gun, dan vibrometer, kemudian dibandingkan dengan standar teknis seperti IEC 60072 untuk runout dan ISO 2372 untuk getaran. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai maksimum deviasi runout sebesar 0,045 mm, yang membuktikan bahwa poros masih dalam kondisi lurus dan sepenuhnya berada di bawah batas toleransi aman IEC (0,050 mm). Suhu operasional mesin menurun rata-rata sebesar 14,1% setelah dilakukan rekondisi, mengindikasikan peningkatan efisiensi termal. Sementara itu, getaran mesin sebelum rekondisi mencapai 7,2 mm/s dan diklasifikasikan sebagai "Unacceptable" menurut ISO 2372, menandakan potensi kerusakan mekanis internal. Setelah rekondisi, nilai getaran mengalami penurunan, namun sebagian besar tetap berada pada kategori “Satisfactory” hingga “Unsatisfactory”. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kerusakan pada komponen keselamatan dan mekanis, ditambah dengan ketidaksejajaran poros dan getaran berlebih, memengaruhi performa mesin secara signifikan. Oleh karena itu, direkomendasikan penerapan strategi pemeliharaan preventif dan penggantian komponen secara berkala agar keselamatan dan efektivitas praktik mahasiswa dapat terjaga.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Mesin Gerinda Duduk, Analisis Kerusakan, Runout, Suhu, Getaran |
| Subjects: | T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery |
| Divisions: | Mechanical Engineering > Undergraduate Theses |
| Depositing User: | Pustaka Teknik Mesin |
| Date Deposited: | 02 Jul 2026 08:21 |
| Last Modified: | 02 Jul 2026 08:21 |
| URI: | http://eprints.polsri.ac.id/id/eprint/22944 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
