Alfarabi, Muhammad Daffa (2026) SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS UNTUK PENENTUAN WILAYAH PRIORITAS PENANGANAN STUNTING PADA DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA KABUPATEN MUSI RAWAS. Diploma thesis, Politeknik Negeri Sriwijaya.
|
Text (Cover)
COVER.pdf - Published Version Download (1MB) | Preview |
|
|
Text (Abstark)
ABSTRAK.pdf - Published Version Download (119kB) | Preview |
|
|
Text (Bab 1)
BAB 1.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (358kB) |
||
|
Text (Bab 2)
BAB 2.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (504kB) |
||
|
Text (Bab 3)
BAB 3.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (978kB) |
||
|
Text (Bab 4)
BAB 4.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
||
|
Text (Bab 5)
BAB 5.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (307kB) |
||
|
Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (249kB) |
||
|
Text (Lampiran I)
LAMPIRAN.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Stunting merupakan masalah kesehatan serius di Indonesia yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan kognitif anak. Di Kabupaten Musi Rawas, data pemantauan DPPKB pada April 2026 mencatat 1.366 balita (5,66%) mengalami stunting dari 24.146 balita yang diukur di 19 wilayah kerja puskesmas. Proses penentuan wilayah prioritas penanganan stunting yang selama ini dilakukan secara manual cenderung subjektif, memakan waktu, dan kurang optimal dalam menangani data multikriteria. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun Sistem Pendukung Keputusan (SPK) berbasis web menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) guna menentukan wilayah prioritas penanganan stunting di Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Musi Rawas. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah Waterfall. Kriteria penilaian yang digunakan meliputi status keluarga berisiko stunting, partisipasi KB, pemeriksaan kehamilan, akses pelayanan kesehatan, status ekonomi, dan kualitas sanitasi. Sistem dirancang dengan tiga peran pengguna, yaitu petugas lapangan, admin, dan manajerial, yang masing-masing memiliki fungsi berbeda dalam alur pengumpulan data, verifikasi, dan pengambilan keputusan. Berdasarkan hasil perhitungan AHP terhadap lima kecamatan sampel, Kecamatan BTS Ulu memperoleh nilai prioritas tertinggi (33,907), diikuti Muara Beliti (32,305), Muara Lakitan (31,768), Muara Kelingi (29,751), dan Tugumulyo (29,646). Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh fungsi sistem berjalan sesuai dengan rancangan. Sistem ini mampu meningkatkan objektivitas, efisiensi, dan akurasi proses penentuan wilayah prioritas penanganan stunting di DPPKB Kabupaten Musi Rawas.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci : Sistem Pendukung Keputusan, Analytical Hierarchy Process (AHP), Stunting, Wilayah Prioritas, DPPKB Musi Rawas. |
| Subjects: | T Technology > T Technology (General) |
| Divisions: | Informatics Management > Undergraduate Theses |
| Depositing User: | Pustaka Manajemen Informatika |
| Date Deposited: | 22 Jul 2026 03:40 |
| Last Modified: | 22 Jul 2026 03:40 |
| URI: | http://eprints.polsri.ac.id/id/eprint/23015 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
