KINERJA SOLAR PANEL MONOCRYSTALLINE 119,88 kWp DENGAN SISTEM ON GRID SEBAGAI LOAD SHARING ENERGI LISTRIK PADA GEDUNG ADMIN AREA GRISSIK BERBASIS IoT

Putra, Asri Eka (2026) KINERJA SOLAR PANEL MONOCRYSTALLINE 119,88 kWp DENGAN SISTEM ON GRID SEBAGAI LOAD SHARING ENERGI LISTRIK PADA GEDUNG ADMIN AREA GRISSIK BERBASIS IoT. Masters thesis, Politeknik Negeri Sriwijaya.

[img] Text (COVER)
COVER.pdf - Published Version

Download (831kB)
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (161kB) | Preview
[img] Text (BAB I PENDAHULUAN)
BAB I.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (240kB) | Request a copy
[img] Text (BAB II TINJAUAN PUSTAKA)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (644kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III METODELOGI PENELITIAN)
BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (493kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (793kB) | Request a copy
[img] Text (BAB V KESIMPULAN DAN SARAN)
BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (147kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (105kB) | Request a copy
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (220kB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan energi listrik pada sektor industri serta tingginya kontribusi penggunaan energi berbasis bahan bakar fosil terhadap emisi karbon dioksida (CO₂). Pada operasionalnya, PT Energi menggunakan listrik sekitar ±6.000 kW yang menghasilkan emisi CO₂ sekitar 3,55 ton. Kondisi ini menunjukkan bahwa konsumsi energi listrik pada fasilitas industri memiliki hubungan langsung dengan peningkatan emisi karbon. Oleh karena itu, diperlukan strategi efisiensi energi dan pemanfaatan energi terbarukan untuk menurunkan konsumsi listrik berbasis bahan bakar fosil, mengurangi emisi, serta memperkuat agenda keberlanjutan perusahaan. Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) disiapkan sebagai salah satu upaya perusahaan dalam mendukung efisiensi energi dan transisi menuju sistem energi yang lebih bersih. Pemanfaatan PLTS menjadi alternatif yang relevan karena energi surya dapat menghasilkan listrik tanpa proses pembakaran langsung. Dengan demikian, sistem ini berpotensi mengurangi penggunaan fuel gas, menurunkan emisi CO₂ dan mendukung agenda efisiensi energi perusahaan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja sistem PLTS on-grid berbasis panel surya monocrystalline yang terintegrasi dengan sistem pemantauan berbasis Internet of Things (IoT) pada Gedung Administrasi Grissik. Sistem PLTS yang diteliti memiliki kapasitas terpasang sebesar 119,88 kWp. Sistem ini terhubung secara on-grid dan dilengkapi perangkat pemantauan digital untuk memantau produksi energi listrik, performa sistem serta kondisi operasional secara real-time. Integrasi IoT menjadi penting karena kinerja PLTS sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan teknis seperti iradiasi matahari, suhu lingkungan, sudut kemiringan panel, potensi bayangan, orientasi panel, dan tata letak instalasi. Berdasarkan hasil penelitian selama periode Juli sampai Desember 2025, sistem PLTS on-grid pada Gedung Administrasi Grissik menunjukkan kinerja yang cukup baik dalam menghasilkan energi listrik. Total energi listrik yang dihasilkan selama enam bulan pengamatan mencapai 80.001 kWh. Rata-rata produksi energi listrik sebesar 13.333,50 kWh per bulan. Nilai ini menunjukkan bahwa sistem PLTS mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pemenuhan sebagian kebutuhan energi listrik gedung. Selain itu, nilai performa sistem berada pada kisaran 67,10 sampai 77,07% dengan rata-rata performa sebesar 72,54%. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem panel surya monocrystalline masih dapat bekerja secara efektif dalam kondisi operasional lapangan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa sudut kemiringan panel surya berpengaruh terhadap output energi listrik yang dihasilkan. Dari variasi sudut yang diamati sudut kemiringan 14° menjadi sudut paling optimum dalam menghasilkan energi listrik. Temuan ini menunjukkan bahwa aspek teknis pemasangan panel surya perlu diperhatikan dalam perencanaan dan pengembangan sistem PLTS. Sudut kemiringan yang sesuai dapat meningkatkan kemampuan panel dalam menerima radiasi matahari. Sebaliknya sudut yang kurang tepat dapat menurunkan potensi energi listrik yang dihasilkan. Oleh karena itu, perencanaan sudut kemiringan panel perlu mempertimbangkan lokasi geografis, arah datang matahari, kondisi atap, dan potensi bayangan dari objek di sekitar area instalasi. Dari aspek efisiensi energi, penerapan sistem PLTS on-grid terbukti mampu menurunkan konsumsi fuel gas pada Gedung Administrasi Grissik. Sebelum penerapan PLTS, rata-rata konsumsi fuel gas bulanan untuk penyediaan energi listrik mencapai 0,2821 MMSCF dengan biaya rata-rata sebesar US$ 1.244,21 per bulan. Setelah PLTS diintegrasikan sebagai sistem load sharing, konsumsi fuel gas menurun menjadi 0,2054 MMSCF per bulan dengan biaya rata-rata sebesar US$ 905,81 per bulan dan total penghematan volume fuel gas mencapai 1,2324 MMSCF. Penurunan ini menunjukkan bahwa energi listrik yang dihasilkan dari PLTS mampu menggantikan sebagian kebutuhan energi yang sebelumnya bergantung pada sumber energi berbasis bahan bakar fosil. Dengan demikian PLTS tidak hanya berperan sebagai sumber energi tambahan tetapi juga sebagai instrumen efisiensi energi pada fasilitas industri. Dari aspek lingkungan, penerapan PLTS on-grid memberikan kontribusi positif terhadap penurunan emisi karbon dioksida. Total penurunan emisi CO₂ selama periode Juli sampai Desember 2025 mencapai 63,0397 tonCO₂, dengan rata-rata penurunan sebesar 10,5066 tonCO₂ per bulan. Nilai ini menunjukkan bahwa integrasi sistem PLTS mampu mendukung upaya mitigasi emisi karbon pada sektor industri minyak dan gas. Penurunan emisi tersebut juga menunjukkan bahwa penggantian sebagian konsumsi energi berbasis fuel gas dengan energi surya dapat memberikan dampak lingkungan yang signifikan. Sistem pemantauan berbasis IoT menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga efisiensi dan keandalan operasional PLTS. Melalui sistem pemantauan real-time, operator dapat mengetahui produksi energi, performa sistem serta potensi gangguan operasional secara lebih cepat. Data yang diperoleh dari sistem IoT juga dapat digunakan sebagai dasar evaluasi kinerja, perencanaan pemeliharaan dan pengambilan keputusan operasional. Dengan adanya sistem ini, pengelolaan PLTS menjadi lebih terukur, cepat dan berbasis data. Berdasarkan analisis kebutuhan energi listrik Gedung Administrasi Grissik, diketahui bahwa kebutuhan energi listrik harian gedung sebesar 599,40 kWh. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut secara lebih optimal, diperlukan penambahan 83 unit modul panel surya. Penambahan kapasitas ini berpotensi meningkatkan kontribusi PLTS terhadap pemenuhan kebutuhan energi listrik gedung. Namun, sebelum dilakukan penambahan panel, perlu dilakukan kajian teknis dan lingkungan secara lebih mendalam. Kajian tersebut meliputi analisis intensitas radiasi matahari, potensi bayangan, orientasi panel, sudut kemiringan, tata letak instalasi, kapasitas struktur bangunan, sistem kelistrikan, keselamatan kerja, dan keberlanjutan operasional sistem. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan sistem PLTS on-grid berbasis panel surya monocrystalline yang terintegrasi dengan IoT pada Gedung Administrasi Grissik mampu memberikan manfaat teknis, energi dan lingkungan. Dari sisi teknis, sistem mampu menghasilkan energi listrik dengan performa yang cukup baik. Dari sisi efisiensi energi, sistem mampu menurunkan konsumsi fuel gas. Dari sisi lingkungan, sistem mampu mengurangi emisi CO₂ secara signifikan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa PLTS on-grid berbasis IoT dapat menjadi solusi yang relevan untuk mendukung efisiensi energi, pengurangan emisi karbon, dan transisi energi bersih pada fasilitas industri di Indonesia. Kata kunci: panel surya monocrystalline, sistem on-grid, pemantauan IoT, emisi CO₂, sistem energi terbarukan.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: panel surya monocrystalline, sistem on-grid, pemantauan IoT, emisi CO₂, sistem energi terbarukan
Subjects: T Technology > TP Chemical technology
Divisions: Postgraduate > Master of Renewable Energy > Research
Depositing User: Pustaka Teknik Kimia
Date Deposited: 24 Aug 2026 01:24
Last Modified: 24 Aug 2026 01:24
URI: http://eprints.polsri.ac.id/id/eprint/25241

Actions (login required)

View Item View Item