PEMBUATAN NANOSILIKA DARI CAMPURAN BATU APUNG DAN ABU TONGKOL JAGUNG SEBAGAI ADSORBEN LOGAM BERAT Cu2+ PADA AIR SUNGAI

MEILANI, DAFFA HABSA (2024) PEMBUATAN NANOSILIKA DARI CAMPURAN BATU APUNG DAN ABU TONGKOL JAGUNG SEBAGAI ADSORBEN LOGAM BERAT Cu2+ PADA AIR SUNGAI. Diploma thesis, Politeknik Negeri Sriwijaya.

[img]
Preview
Text
COVER CD.pdf

Download (716kB) | Preview
[img] Text
BAB 1 Pendahuluan.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (174kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 2 Tinjauan Pustaka.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (439kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 3 Metodologi Penelitian.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (248kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 4 Pembahasan.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (495kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 5 Kesimpulan.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (163kB) | Request a copy
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (191kB) | Request a copy

Abstract

Batu apung (pumice) merupakan jenis material alam yang berasal dari endapan material piroklastik hasil aktivitas vulkanik gunung api dan didominasi oleh mineral silika (SiO2). Abu tongkol jagung memiliki kandungan silika sebesar 67,41%, sehingga limbah tongkol jagung sangat baik untuk digunakan sebagai bahan baku pembuatan nanosilika. Nanosilika merupakan silika gel berbentuk padatan anorganik dengan kestabilan tinggi sehingga nanosilika dapat digunakan sebagai media adsorpsi. Adsorpsi merupakan metode umum yang digunakan untuk menurunkan kadar logam berat Cu2+ pada air dengan cara mengikat ke permukaan adsorbennya. Penelitian ini menggunakan metode sol gel. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan rasio bahan baku serta waktu kontak terbaik dalam pengaplikasian nanosilika. Penelitian ini menggunakan variasi rasio bahan baku antara batu apung dan abu tongkol jagung (0%:100%; 25%:75%; 50%:50%, 75%:25%, dan 100%:0%) dan variasi waktu kontak (10, 20, 30,40, dan 50 menit). Hasil terbaik diperoleh pada nanosilika dengan rasio bahan baku 75%:25% (sampel 4) dengan nilai kadar penyerapan air 11,60%. Setelah diaplikasikan diperoleh waktu kontak terbaik pada 30 menit. Untuk sampel 4 diperoleh kapasitas adsorpsi 6,6470 mg/g dengan efisiensi adsorpsi 95,58% serta didapatkan nilai kapasitas adsorpsi sebesar 6,6205 mg/g dengan efisiensi 95,20% untuk sampel 5. Dari penelitian ini nanosilika mengandung gugus Silanol (Si-OH) dan gugus siloksan (Si-O-Si) pada range yang sesuai dengan analisa menggunakan FTIR dan diperoleh ukuran porositas terbesar dengan nilai 68 nm dan yang terkecil 18 nm dengan karakterisasi nanosilika menggunakan SEM. Penurunan kadar Cu2+ dengan proses adsorpsi oleh nanosilika memenuhi persamaan isotherm Freundlich dengan nilai koefisien korelasi (R2) sebesar 0,9963 yang lebih mendekati 1.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Nanosilika, Adsorben, Adsorpsi, Logam berat Cu2+
Subjects: T Technology > TP Chemical technology
Divisions: Chemical Engineering > Undergraduate Theses
Depositing User: Mr Bambang Anthony
Date Deposited: 22 Jul 2026 01:56
Last Modified: 22 Jul 2026 01:56
URI: http://eprints.polsri.ac.id/id/eprint/21769

Actions (login required)

View Item View Item